Wahai yang maha agung dan maha tahuDarimu datangnya pasang surut lautan dirikuSebentar tenang lautan ituSebentar berombak tidak menentu Wahai tuhankuTunjuki akuSatu jalan bukan seribuJalan lurus menujumu Aku ibarat unta membawa beban beratAku berjalan sudah penatLepaskanlah aku dari beban sebegini saratAgar dapat di pandang rahmatmu berihat Dalam wujudku sejak zaman duluAku berterbangan ke sini ke situTanpa sengajja tanpa dayakuSeperti kapas ditiup bayu Meskipun aku lupa keadaan ituNamun terbayang kembali dalam tidurkuKerana dalam tidur aku terlepas dari belengguBelenggu empat unsur-unsur pada badanku Bila lepas dari belengguMasuklah aku ke padang rahmatmuMengecapi udara nyaman masa silamkuDi alam luas tempat asalku Wujud di dunia seperti dalam penjaraBagi ruh yang suci muliaDi sini bukan kampungnyaRindu nak kembali menyiksanya.
Beban Hidup Di Dunia
Wahai yang maha agung dan maha tahuDarimu datangnya pasang surut lautan dirikuSebentar tenang lautan ituSebentar berombak tidak menentu Wahai tuhankuTunjuki akuSatu jalan bukan seribuJalan lurus menujumu Aku ibarat unta membawa beban beratAku berjalan sudah penatLepaskanlah aku dari beban sebegini saratAgar dapat di pandang rahmatmu berihat Dalam wujudku sejak zaman duluAku berterbangan ke sini ke situTanpa sengajja tanpa dayakuSeperti kapas ditiup bayu Meskipun aku lupa keadaan ituNamun terbayang kembali dalam tidurkuKerana dalam tidur aku terlepas dari belengguBelenggu empat unsur-unsur pada badanku Bila lepas dari belengguMasuklah aku ke padang rahmatmuMengecapi udara nyaman masa silamkuDi alam luas tempat asalku Wujud di dunia seperti dalam penjaraBagi ruh yang suci muliaDi sini bukan kampungnyaRindu nak kembali menyiksanya.







